Manchester – Red Devils ditegaskan harus tampil lebih baik di Old Trafford apalagi atmosfer di stadion itu pun kini tidak senantiasa bagus. Begitu kata Ryan Giggs.

Old Trafford pernah punya reputasi sebagai kandang angker dari sang tuan rumah, The Red Devils. Namun, dalam beberapa musim keangkeran itu meluntur seiring dengan menurunnya pencapaian MU di Premier League.

Selepas era Sir Alex Ferguson, yang membuahkan titel terakhir MU di Premier League pada 2012/2013, MU bahkan belum pernah lagi menembus tiga besar klasemen akhir. Sejumlah hasil buruk juga dituai di kandang sendiri pada periode itu.

Hasil Kandang MU di Premier League selepas era Sir Alex:

Musim Unggul Seri Menyerah
2013/2014 9 3 7
2014/2015 14 2 3
2015/2016 12 5 2
2016/2017 8 10 1

Dari statistik itu terlihat betapa kedatangan Jose Mourinho di musim panas tahun lalu sudah membuat MU cuma menelan satu kekalahan kandang di liga musim lalu. Tapi di sisi lain justru ada banyak hasil seri.

“Tampil lebih baik di Old Trafford akan penting sekali,” kata Giggs di Sky Sports.

“Tak masalah di laga-laga besar, atmosfernya ada, tapi atmosfernya kini tidak bagus di partai-partai ketika MU awalnya diharapkan unggul 3-0 atau 4-0 dan ternyata setelah 20 menit skornya masih 0-0. Sebenarnya itu kerja sama dua arah. Para pemain harus menghibur para suporter dengan sebuah tekel, atau tembakan, atau aksi memperdaya lawan.”

“Tapi para suporter juga harus berada di belakang tim ketika tim sedang kesulitan,” ucapnya.

Menurut Giggs, yang bermain untuk MU periode 1990–2014, saat ini The Red Devils mulai kembali memperlihatkan aksi-aksi yang sudah sedemikian ditunggu oleh para suporternya dan sempat hilang selama beberapa waktu.

“Kemunculan Rashford turut membantu dan saya pikir ia menarik untuk dilihat. Setiap ia dapat bola, dengan timnas Inggris atau United, ia sedemikian asyik diperhatikan,” ujar Giggs.

“Ia berani mencoba ini-itu dan walaupun terkadang tidak sukses, tapi ia berani mencobanya. Jika tak sukses pun para suporter tidak terlalu keras kepadanya. Sekarang kami punya banyak pemain seperti itu.”

“Anthony Martial dan Henrikh Mkhitaryan juga sama. Mereka bisa melewati pemain lawan dan mewujudkan sesuatu, dan itulah yang dimau fans MU selama bertahun-tahun; diberikan sesuatu yang menarik dan dihibur pemain yang berani ambil risiko,” tuturnya.

(krs/rin)

NO COMMENTS